Mari simak videonya
Jelaskan Negara Manakah yang Pertama kali
Mengakui Kemerdekaan Indonesia!Beri alasan serta tujuan kenapa negara itu mau
mengakui kemerdekaan indonesia , apakah ada maksud tertentu dibelakangnya atau
karena hal apa?
1.Mesir
Di Mesir, Al-Ikhwan al- Muslimun (IM), organisasi
Islam yang dipimpin oleh Syekh Hasan al-Banna, tanpa kenal lelah terus-menerus
memperlihatkan dukungannya terhadap proklamasi kemerdekaan Indonesia. Selain
menggalang opini umum lewat pemberitaan media yang memberikan kesempatan luas
kepada para mahasiswa Indonesia untuk menulis tentang kemerdekaan Indonesia di
koran-koran lokal miliknya, berbagai acara tablig akbar dan demontrasi pun
digelar.
Para
pemuda dan pelajar mesir, juga kepanduan Ikhwan dengan caranya sendiri
berkali-kali mendemo kedutaan Belanda di Kairo, tidak hanya dengan slogan dan
spanduk, tetapi juga dengan aksi pembakaran, pelemparan batu, dan
teriakan-teriakan permusuhan terhadap Belanda kerap mereka lakukan. Kondisi ini
membuat duta negara beserta staf kedutaan Belanda di Kairo ketakutan. Mereka
kemudian mencopot lambang negaranya dari dinding kedutaan. Mereka juga
menurunkan bendera Merah-Putih-Biru yang biasa berkibar di puncak gedung agar
tidak mudah dikenali para demonstran.
Kuatnya
dukungan rakyat Mesir atas Kemerdekaan Republik Indonesia membuat Pemerintah
Mesir mengakui kedaulatan pemerintah Republik Indonesia pada tanggal 22 Maret
1946.
Mesir tercatat sebagai negara pertama yang mengakui Proklamasi Kemerdekaan
Indonesia. Setelah itu menyusul Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Saudi Arabia, dan
Afganistan. Selain negara-negara tersebut, Liga Arab juga berperan penting
dalam pengakuan Republik Indonesia. Secara resmi keputusan sidang Dewan Liga
Arab pada tanggal 18 November 1946 menganjurkan kepada semua negara anggota
Liga Arab supaya mengakui Indonesia sebagai negara merdeka yang
berdaulat. Alasan Liga Arab memberikan dukungan kepada Indonesia
merdeka didasarkan pada ikatan keagamaan, persaudaraan, dan kekeluargaan.
Dukungan
dari Liga Arab dijawab oleh Presiden Soekarno dengan menyatakan bahwa antara
negara Arab dan Indonesia sudah lama terjalin hubungan yang kekal karena
diantara kita terdapat pertalian agama.
Pengakuan Mesir dan Negara Arab tersebut melewati proses yang cukup panjang dan
heroik.Begitu informasi proklamasi kemerdekaan Indonesia disebarkan ke seluruh
dunia, pemerintah Mesir mengirim langsung konsul Jenderalnya di Bombay yang
bernama Mohammad Abdul Mounim ke Yogyakarta (Waktu itu ibu kota Republik
Indonesia) dengan menembus blokade Belanda untuk menyampaikan dokumen resmi
pengakuan Mesir kepada negara Republik Indonesia. Ini merupakan pertama kali
dalam sejarah perutusan suatu negara datang sendiri menyampaikan pengakuan
negaranya kepada negara lain yang terkepung dengan mempertaruhkan jiwanya. Ini
juga merupakan utusan resmi luar negeri pertama yang mengunjungi ibu kota
Republik Indonesia.
Pengakuan
dari Mesir tersebut kemudian diperkuat dengan ditandatanganinya perjanjian
persahabatan Indonesia-Mesir di Kairo. Situasi menjelang penandatanganan
perjanjian tersebut duta Besar Belanda di Mesir menerobos masuk ke ruang kerja
Perdana Menteri Mesir Nuqrasy Pasha untuk mengajukan protes sebelum
ditandatanganinya perjanjian tersebut. Menanggapi protes dan ancaman Belanda
tersebut Perdana Menteri Mesir memberikan jawaban sebagai berikut. “Menyesal
kami harus menolak protes Tuan, sebab Mesir selaku negara berdaulat dan sebagai
negara yang berdasarkan Islam tidak bisa tidak mendukung perjuangan bangsa
indonesia yang beragama islam. Ini adalah tradisi bangsa Mesir dan tidak dapat
diabaikan.”
Raja Farouk
Mesir juga menyampaikan alasan dukungan Mesir dan Liga Arab kepada Indonesia
dengan mengatakan,”Karena persaudaraan Islamlah, terutama kami membantu dan
mendorong Liga Arab untuk mendukung perjuangan bangsa Indonesia dan mengakui
kedaulatan negara itu.”
Dengan adanya pengakuan Mesir, Indonesia secara de
jure adalah negara berdaulat. Masalah Indonesia menjadi masalah
internasional.Belanda sebelumnya selalu mengatakan bahwa masalah Indonesia
adalah masalah dalam negeri Belanda. Pengakuan Mesir dan Liga Arab mengundang
keterlibatan pihak lain termasuk PBB dalam penyelesaian masalah Indonesia.
Untuk
mengaturkan rasa terima kasih, pemerintah soekarno mengirim delegasi resmi ke
Mesir pada tanggal 7 Agustus 1946. Pengiriman delegasi tersebut adalah delegasi
pemerintah Republik Indonesia pertama yang keluar negeri. Mesir adalah negara
pertama yang disinggahi delegasi tersebut.
Pada tanggal 26 April 1946 delegasi pemerintah Republik Indonesia kembali tiba
di Kairo. Berbeda dengan kedatangan pertama yang berjalan singkat, yang kedua
ini lebih intens. Di hotel Heliopolis Palace, Kairo, sejumlah pejabat tinggi
Mesir dan Arab mendatangi delegasi Republik Indonesia untuk menyampaikan rasa
simpati. Selain pejabat negara, sejumlah pemimpin partai dan organisasi
juga hadir. Termasuk syekh Hasan al-Banna dan sejumlah tokoh IM dengan diiringi
puluhan pengikutnya.
Pada
tanggal 6 Mei 1946 malam, delegasi Indonesia dipimpin oleh H. Agus Salim,
deputi Menlu Indonesia berkunjung ke kantor pusat dan koran IM. Beliau
mengungkapkan rasa terima kasih Indonesia atas dukungan IM kepada Indonesia.
Pada tanggal 10 November 1947, mantan perdana menteri Indonesia dan penasihat
Presiden Soekarno, Sutan Syahrir, berkunjung ke kantor pusat dan koran IM.
Kedatangan mereka disambut dengan gembira dan meriah oleh IM.
alasan
Mesir mendukung kemerdekaan Indonesia adalah
-Mesir
merupakan negara yang mengecam penjajahan Belanda di Indonesia sehingga secara
tidak langsung itu sudah mendukung Indonesia
-Mesir
memiliki ikatan emosional dengan bangsa Indonesia sejak dahulu
-Salah
satu organisasi besar islam di Mesir yaitu Al-Ikhwan Al-Muslimin mendukung
penuh kemerdekaan negara Republik Indonesia
-Di negara
Indonesia, banyak penganut Islam di dalamnya sehingga Mesir bersama Liga Arab
banyak mendukung negara Indonesia karena dalam Islam, dikenal bahwa semua
muslim itu bersaudara
-Mesir
mendukung Indonesia karena Indonesia diprediksi akan memiliki banyak kesamaan
ideologi dengan Mesir, dan hal ini telah terbukti mengingat Mesir dan Indonesia
sama-sama menjadi negara anggota GNB (Gerakan Non-Blok). Selain itu, kedua
negara ini juga menjadi peserta dari Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika.
Tujuan dari
kedatangannya adalah untuk menyampaikan pesan dari Liga Arab yang
mendukung kemerdekaan Indonesia. Peran Mesir sangat besar
dalampengakuan kemerdekaan Indonesia
,karena Mesir merupakan negara yang sering mengeluarkan
anjuran agar negara-negara anggota Liga Arab mengakui
kemerdekaan Indonesia.
2.India
Alasan karena Negara india memiliki kesamaan nasib sebagai negara terjajah
sehingga membuat India sangat antusias mendukung kemerdekaan Indonesia.
Didukung dengan persahabatan Mohammad Hatta dengan perdana menteri saat itu
Jawaharlal Nehru yang juga merupakan ketua dan partai kongres Nasional India
yang saat itu berkuasa, hubungan Indonesia dan India menjadi sangat erat.
Dukungan
India berawal dari bencana kelaparan yang melanda India di tahun 1946 , yang
membuat Indonesia mengirimkan bantuan 500 ton beras.Bantuan dari Indonesia
dikirim pada tanggal 20 Agustus 1946.Berkat bantuan ini , India kemudian
mendukung aktif kemerdekaan Indonesia di forum-forum PBB.
Pada
waktu Belanda melancarkan Agresi Militer I pada tanggal 1 juli 1947, India
menjadi negara yang paling lantang mengancam. Pada bulan Agustus 1947 India
membawa permasalahan tersebut dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Dalam sidang
Dewan Keamanan PBB tersebut, India menuduh Belanda telah melakukan Agresi
Militer terhadap suatu negara yang kedaulatannya telah diakui secara de facto.
Pada tanggal 19 Desember 1948, Belanda kembali melancarkan Agresi Militer
Belanda II dan India tetap memberikan dukungan terhadap Indonesia . Agresi
Militer II Menyebabkan Indonesia terisolasi akibat adanya blokade Belanda.
Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru memerintahkan penerbang India (Biju
Patnak) untuk membawa diplomat Indonesia ke India. Dengan bantuan Biju patnak,
Sutan Syahrir, A.A Maramis, Sudharsono, dan L.N.Palar berhasil keluar dari
blokade Belanda. Agresi Militer Belanda II menyebabkan Presiden Soekarno dan
Presiden Moh. Hatta dan beberapa pejabat yang lain ditawan Belanda.
Presiden Soekarno telah menyiapkan strategi agar Republik Indonesia tetap
berdiri. Salah satu strategi tersebut adalah Presiden Soekarno melalui Presiden
Moh. Natsir mengirim telegram rahasia kepada A.A. Maramis, Sudharsono, dan L.N.
Palar untuk mendirikan pemerintah Republik Indonesia di pengasingan (Indonesian
Goverment in Exile) pemerintahan darurat tersebut didirikan di New Delhi,
India. Jawaharlal Nehru, perdana menteri India menyatakan siap mendukung
pemerintahan darurat tersebut.
Perdana
Menteri Jawaharlal Nehru pada tanggal 20-23 Januari 1949 mengadakan konferensi
Asia (Asian Conference) di New Delhi. Konferensi Asia tersebut diikuti
oleh 21 Negara Asia yang sebagian besar masih dijajah bangsa Barat. Berikut
empat tuntutan hasil konferensi Asia.
1.)Mengembalikan pemerintahan
Republik Indonesia ke Yogyakarta.
2.)Membentuk pemerintahan ad interim
di Indonesia agar memiliki kekuatan politik didalam atau luar negeri paling
lambat pada tanggal 15 Maret 1949.
3.)Menarik seluruh militer Belanda
dari wilayah Indonesia.
4.)Belanda harus menyerahkan
kedaulatan Republik Indonesia paling lambat pada tanggal 1 Januari 1950.
Pada tanggal 3 Maret 1951 untuk mempererat hubungan kedua negara, maka
Indonesia-India mengadakan perjanjian Bilateral. Dengan perjanjian bilateral
tersebut, kedudukan Indonesia dan India dalam kancah hubungan internasional
semakin kuat.Indonesia dan India juga berusaha membebaskan negara-negara
di Asia dan Afrika dari Penjajahan Bangsa Barat. Indonesia dan India
memelopori pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada tanggal 18-24 April
1955 di Bandung.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar